Car Lift

Sistem Hidrolik bisa digunakan untuk mengangkat Mobil.

Cuci Mobil

Sistem Hidrolik digunakan untuk mengangkat mobil agar proses pencucian mobil lebih mudah.

Dongkrak

Dongkrak menggunakan Sistem Hidrolik secara manual dengan menggunakan tangan untuk membuat tekanan.

Dump Truck

Dalam perindustrian truk ini mampu mengangkat wadahnya dengan menggunakan sistem hidrolik.

Mesin Press

Dalam perindustrian Mesin Press biasa disebut alat cetak untuk mencetak logam, plastik, dll

Translate

Kamis, 14 Februari 2013

Pengertian Motor Hidrolik

Motor Hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan tekanan hidrolik menjadi torsi atau tenaga putaran. Alat ini menjadi satu bagian dari sebuah sistem hidrolik selain silinder hidrolik. Motor hidrolik berkebalikan fungsi dengan pompa hidrolik. Jika Pompa Hidrolik berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik, maka Motor Hidrolik berfungsi mengkonversi kembali tekanan hidrolik menjadi tenaga putar. Motor hidrolik dapat berkerja pada dua arah putaran motor sesuai dengan kebutuhan penggunaan.

JENIS MOTOR HIDROLIK

1. Hydraulic Gear Motor
Prinsip Kerja Hydraulic Gear Motor
20111024-110709 AM.jpg

Motor hidrolik ini menggunakan dua buah roda gigi yang berputar di dalam casing. Satu roda gigi sebagai driven gear (Gigi Pendorong) dan lainnya berupa idler gear (Gigi Diam). Poros dari driven gear berhubungan dengan alat yang digerakkan. Dan poros dari idler gear hanya mengikuti berputar saja. Fluida hidrolik bertekanan masuk melalui sisi inlet, mengalir ke masing-masing sisi roda gigi dan menggerakkannya, sehingga timbul torsi yang digunakan oleh proses selanjutnya.

2. Hydraulic Vane Motor
Prinsip Kerja Hydraulic Vane Motor
20111024-111639 AM.jpg

Motor hidrolik jenis ini menggunakan sebuah roda dengan beberapa vane / plat yang terpasang. Vane ini dapat bergerak menyesuaikan perubahan posisinya yang kontak dengan casing motor. Fluida hidrolik masuk ke sisi inlet dan menimbulkan perbedaan tekanan antara sisi inlet dan outlet sehingga memutar rotor dan menghasilkan torsi.

3. Gerotor Hydraulic Motor
Prinsip Kerja Gerotor Hydraulic Motor
20111024-114859 AM.jpg

Motor hidrolik jenis ini terdiri atas dua rotor di dalam casing motor. Yang satu berupa roda gigi yang berputar di dalam roda gigi yang lain. Keduanya memiliki sumbu putar yang tidak pada satu titik. Fluida hidrolik bertekanan masuk melalui sisi inlet, memutar kedua roda gigi sehingga tercipta perbedaan tekanan dan menciptakan putaran pada sumbu roda gigi driven.

4. Axial Plunger Hydraulic Motor


Prinsip Kerja Axial Plunger Hydraulic Motor
20111024-123406 PM.jpg

Motor hidrolik jenis ini menggunakan beberapa buah piston yang terpasang secara aksial mengelilingi poros motor. Pada ujung yang satu terdapat plat yang miring sehingga membuat piston memiliki ruang yang bervariasi pada saat berputar. Fluida hidrolik masuk melalui sisi inlet yang berada pada piston dengan volume ruangan kecil, dan tekanan pada fluida serta plat miring pada motor menghasilkan energi putar pada poros.

5. Radial Piston Hydraulic Motor

Prinsip Kerja Radial Piston Hydraulic Motor
20111024-124631 PM.jpg

Motor hidrolik tipe ini menghasilkan torsi besar. Tersusun atas beberapa piston yang terpasang secara radial (tegak lurus terhadap sumbu putar) dan didesain memiliki ruang piston yang bervariasi saat berputar. Motor hidrolik jenis ini selain menghasilkan torsi yang besar, juga menghasilkan power besar, dan torsi yang relatif konstan.



DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Pengertian Silinder Hidrolik

Silinder hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang menghasilkan gaya searah melalui gerakan stroke yang searah. Alat ini menjadi salah satu bagian dari sistem hidrolik selain pompa dan motor hidrolik. Jika motor hidrolik (mengubah tekanan fluida hidrolik menjadi gerakan putar), maka silinder hidrolik (menghasilkan gerakan stroke yang searah).

Silinder hidrolik mendapatkan gaya dari fluida hidrolik bertekanan. Di dalam silinder hidrolik terdapat piston yang terhubung dengan rod yang dapat bergerak maju dan mundur bergantung pada sisi mana yang diisi oleh fluida hidrolik bertekanan. Besar tekanan yang digunakan berbeda pada kedua sisi silinder, bergantung pada beban, luas penampang silinder dan sisi rod-nya.


Bagian-Bagian Silinder Hidrolik

20111025-101000 AM.jpg

Bagian - Bagian Silinder Hidrolik :

1. Silinder Barel
Bagian ini menjadi sisi terluar dari silinder hidrolik yang posisinya didesain diam. Proses permesinan pada sisi dalamnya didesain presisi sesuai dengan komponen yang lain.

2. Piston
Bagian ini berada pada sisi dalam barel yang berfungsi untuk memisahkan antara kedua sisi ruang silinder. Berkontak langsung dengan fluida hidrolik dan memiliki luas penampang tertentu. Luas penampang inilah yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gaya tertentu yang besarnya sesuai dengan rumus umum :

RUMUS UMUM
    F = P • A
KET.


  • F = Gaya
  • P = Besar Tekanan Fluida Hidrolik
  • A = Luas Penampang Piston

3. Piston Rod
Bagian yang berbentuk silinder memanjang ini salah satu ujungnya terkoneksi langsung dengan piston, dan sisi lainnya terkoneksi dengan peralatan lain yang digerakkan. Bagian inilah yang meneruskan gaya yang timbul akibat tekanan fluida hidrolis ke alat lain yang terhubung.

4. Sistem Seal/Gland
Beberapa bagian dari silinder hidrolik terpasang sistem seal yang umumnya berbahan karet, untuk mencegah kebocoran fluida hidrolik. Pada sisi piston terpasang seal untuk mencegah fluida kerja berpindah dari sisi satu ke yang lainnya, sehingga dapat mengganggu kerja silinder hidrolik. Pada sisi piston rod terpasang sistem seal yang fix pada sisi barel sebelah dalam untuk mencegah kebocoran fluida hidrolik yang berada pada ruang sisi piston rod.



DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  



3 Unit Komponen Utama Sistem Hidrolik


3 Unit Komponen Utama Sistem Hidrolik






Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:

1. Unit Tenaga
    Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid / minyak hidrolikPada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:
  • Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar
  • Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik sehingga pompa hidrolik bekerja
  • Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik
  • Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga, relief valve
2. Unit Penggerak (Actuator)
    Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida
menjadi tenaga mekanik

Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:
3. Unit Pengatur
    Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.
Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve. 

Macam - macam Katup



DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  



Asal Mula Sistem Hidrolik


Asal Mula Sistem Hidrolik

Description: http://m-edukasi.net/online/2008/sistemhidrolik/images/line_title.png

Kapan sistem hidrolik dipakai …
 
Sejak berabad-abad yang lalu, orang telah mempergunakan zat cair untuk membantu mengangkat beban. Pada tahun 1648 Pascal menganalisis tekanan yang dirumuskan olehnya dan disebut Hukum Pascal. Pada tahun 1795 Bramah dari Inggris menerapkan hukum Pascal untuk membuat press yang dapat membangkitkan tenaga cukup tinggi. Pada tahun 1877 dibangun  sebuah pompa di suatu kota industri untuk menyuplai tekanan dan untuk mengoperasikan press, alat angkat, lift. Pada tahun 1906 sistem hidrolik digunakan sebagai penyetir meriam dan pengemudi kapal untuk pertama kalinya. Sekitar tahun 1926 ditemukan pompa pusingan dengan tekanan dan kecepatan tinggi, maka hal ini memberikan titik awal yang cerah akan berkembangan system hidrolik. Sejak ini sistem hidrolik banyak digunakan di berbagai bidang penerapan dengan mengingkatkan kemampuan dan desainnya.
Sistem Hidrolik berfungsi sebagai sistem pemindahan tenaga ataupun sebagai sistem kontrol banyak dipilih karena keuntungan-keuntungan yang dimilikinya bila dibanding dengan sistem yang lain. Oleh sebab itu banyak para teknisi atau para enginer mempelajarinya, untuk diterapkan di industri atau perusahaan masing-masing.
Materi Sistem hidrolik yang akan kita bahas adalah sebagai  berikut:


DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  


Rabu, 13 Februari 2013

Hukum Pascal dan Penerapannya


Hukum Pascal Dan Penerapannya

Prinsip-prinsip Penting dari Zat Cair/ Hidrolik
  • Cairan tidak dapat dimampatkan/ dikompresikan / diperkecil volumenya
  • Hukum Pascal :
    Tekanan yang diberikan pada zat cair / hidrolik dalam bejana tertutup, besarnya tekanan akan diteruskan ke segala arah, dengan tekanan sama besar
       Fluida terdiri atas zat cair [liquid], satuan tekanan yang digunakan Standard Internasional (S1) 
ialah Pascal (Pa).

    1 kPa = 1000 Pa

    di Eropa satuan tekanan menggunakan "bar"
    1 bar = 100 kPa
Kegunaan Prinsip Hidrolik :
  • Dapat meneruskan gerakan dalam jarak yang jauh
  • Dapat meningkatkan panjang gerakan, dalam hal ini tenaga gerakan akan turun
  • Dapat meningkatkan besarnya tenaga tekan, dalam hal ini panjang gerakan akan turun
Jika kedua silinder sama ukurannya, lalu sebuah gaya (N) bekerja pada silinder utama menyebabkan piston pada silinder kedua (actuator) mendapat gaya yang sama, bila kedua piston bergerak pada jarak yang sama
Untuk menghitung gaya, tekanan atau penambahan gaya dapat digunakan rumus segitiga, yaitu:
GayaTekanan
Luas penampang
= F (Force)= P (Pressure)
= A (Area)
 = Newton  (N) = Kpa
 = m²
F = P x A
P = F / A = Kpa
A = F / P = m²
Contoh penghitungan :
Gaya yang bekerja 50 N luas penampang 40 mm²
Besarnya gaya yang bekerja / satuan luas atau tekanan = 50 N : 0,04 m² = 1250 Kpa


Memperpanjang Gerakan
  • Jika piston pada silinder I lebih besar dari pada piston II (actuator) maka Piston II pergerakannya lebih panjang
  • Jika piston pada silinder I lebih besar 10 X dibanding piston II, maka piston II akan pergerakannya 10 X lebih besar
Meningkatkan Besar Tekanan
  • Jika piston silinder I lebih kecil dari pada piston silinder II (actuator), maka Piston II menerima gaya tekan lebih besar
  • Jika piston silinder I lebih kecil daripada piston II, maka piston II pergerakannya lebih pendek




DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Macam - Macam Katup


Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut.


Contoh : Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah dengan piring putar, katup dengan pegas bias.

Adapun Macam - Macam Katup yaitu sebagai berikut :

1. Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)
    Macam-macam Katup Pengarah :
A. Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga sebagai pressure control (pengontrol tekanan)

B. Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk aliran cairan hidrolik yang dapat mengalir bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya, kecuali ada tekanan cairan yang dapat membukanya.

C. Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk mengatur tekanan agar penggerak hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk mengurangi tekanan yang mengalir dalam saluran tertentu menjadi kecil.


2. Katup Pengatur Tekanan
     Macam-macam Katup pengatur tekanan adalah:
A. Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan juga mencegah terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.

B. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk mengurutkan pekerjaan yaitu menggerakkan silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang lain.

C. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida yang mengalir pada saluran kerja karena penggerak yang akan menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih rendah.

D. Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston).

Fungsi Flow Control Valve adalah sebagai berikut:
·         untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik
·         Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem
·         Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.

Macam-macam dari Flow Control Valve :

·         Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed orifice.

·         Variable flow control  yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai dengan keperluan.

·         Flow control yang dilengkapi dengan check valve.

·         Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan.


DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  


Selasa, 12 Februari 2013

Aktuator


Aktuator



Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan menggunakan lengan mekanis yang biasanya digerakkan oleh motor listrik, yang dikendalikan oleh media pengontrol otomatis yang terprogram di antaranya mikrokontroler. Aktuator adalah elemen yang mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran lainnya misalnya kecepatan putaran dan merupakan perangkat elektromagnetik yang menghasilkan daya gerakan sehingga dapat menghasilkan gerakan pada robot. Untuk meningkatkan tenaga mekanik aktuator ini dapat dipasang sistem gearbox. Aktuator dapat melakukan hal tertentu setelah mendapat perintah dari kontroller. Misalnya pada suatu robot pencari cahaya, jika terdapat cahaya, maka sensor akan memberikan informasi pada kontroller yang kemudian akan memerintah pada aktuator untuk bergerak mendekati arah sumber cahaya.

Aktuator dalam perspektif kontrol dapat dikatakan sebagai :
  • Aktuator : Pintu kendali ke sistem
  • Aktuator : Pengubah sinyal listrik menjadi besaran mekanik
  • Batasan aktuator riil : Sinyal kemudi terkesil, saturasi.
Fungsi aktuator adalah sebagai berikut.
  • Penghasil gerakan
  • Gerakan rotasi dan translasi
  • Mayoritas aktuator > motor based
  • Aktuator dalam simulasi cenderung dibuat linier
  • Aktuator riil cenderung non-linier
Jenis tenaga penggerak pada aktuator
  • Aktuator tenaga elektris, biasanya digunakan solenoid, motor arus searah (Mesin DC). Sifat mudah diatur dengan torsi kecil sampai sedang
  • Aktuator tenaga hidrolik, torsi yang besar konstruksinya sukar.
  • Aktuator tenaga pneumatik, sukar dikendalikan.
  • Aktuator lainnya: piezoelectric, magnetic, ultra sound.


DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Aktuator Listrik


Aktuator Elektrik

11NOV
Aktuator Elektrik adalah Aktuator yang menggunakan Listrik sebagai tenaga penggeraknya. Dalam beberapa hal, Aktuator elektrik memiliki beberapa keunggulan diantaranya harga yang lebih terjangkau dan implementasi serta konstruksinya yang tidak rumit. Namun tenaga yang dihasilkannya hanya untuk tenaga bawah hingga menengah.


Tipe aktuator elektrik adalah sebagai berikut:
  1. Solenoid.
  2. Motor stepper.
  3. Motor DC.
  4. Brushless DC-motors.
  5. Motor Induksi.
  6. Motor Sinkron.
Keunggulan aktuator elektrik adalah sebagai berikut:
  1. Mudah dalam pengontrolan
  2. Mulai dari mW sampai MW.
  3. Berkecepatan tinggi, 1000 – 10.000 rpm.
  4. Banyak macamnya.
  5. Akurasi tinggi
  6. Torsi ideal untuk pergerakan.
  7. Efisiensi tinggi
Adapun Beberapa Aktuator Elektrik yang biasa digunakan antara lain:
  • Solenoid
  • Relay
  • Motor DC
  • Motor Stepper
  • Motor Servo
  • Motor AC




    DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  


Keuntungan Sistem Hidrolik


Keuntungan Sistem Hidrolik
  • Tenaga besar, dimensi peralatan yang kecil
  • Kecepatan gerak yang dapat diatur (bervariasi)
  • Mudah diubah arah gerakannya
  • Pencegahan beban lebih yang sederhana konstruksinya (reliev valve)
  • Mudah dihentikan tanpa merusak



    DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Pengertian Sistem Hidrolik



Pengertian Sistem Hidrolik


Apa Sistem Hidrolik itu ….

Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja berdasarkan sifat dan potensi / kemampuan yang ada pada zat cair ( liquid ). Berdasarkan kata Hidrolik berasal dari bahasa Yunani yakni “hydro” = air, dan “aulos” = pipa. Jadi hidrolik dapat diartikan suatu alat yang bekerjanya berdasarkan air dalam pipa. Namun, pada masa sekarang ini sistem hidrolik kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air (water emulsian) atau oli saja.

Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan HUKUM PASCAL "Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat kesegala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya". 

Prinsip dalam rangkaian Hidrolik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidrolik untuk menjalankan suatu sistem tertentu.



DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Penggunaan Sistem Hidrolik


Penggunaan sistem hidrolik

Transmisis Otomatis
Dongkrak Hidrolik
Press Hidrolik 

Rem Hidrolik

Di bidang Industri
  • Alat press
  • Mesin pencetak plastik
  • Mesin pencetak logam
  • Pesawat angkat (lift, katrol)
  • Robots
Di bidang Kendaraan
  • Buldoser
  • Traktor
  • Car Lift
  • Dongkrak Hidrolik
  • Dump Truck
  • Komponen-Komponen Kendaraan ( Power Steering, Rem )
Di bidang Penerbangan
  • Penggerak Alat-Alat Kontrol
  • Penggerak Roda
  • Pengangkat Peralatan



    DOWNLOAD ARTIKEL INI KLIK DISINI >>  

Post Other